Saya baru baca buku William Barclay; ‘Pemahaman Alkitab Setiap Hari: Surat-Surat Yohanes dan Yudas’. Gaya penyuguhan dengan pendekatan antropologis (walau yang saya baca terjemahan bhs indo!) membangkitkan hasrat untuk menggali lebih dalam lagi pengetahuan tentang orang-orang Kristen mula-mula sampai ttng kehidupan jaman itu. Saya sebelumnya mengira isu-isu antikris atau paham gnostik adalah masalah yang dihadapi kaum Kristiani belakangan ini. Tapi gak nyangka’ men! Begitu Tuhan Yesus naik ke Surga, kaum Darth Vader itu sudah nongol diatas bumi. Yah gimana yaa caranya meyakinkan orang yang turut menyaksikan Tuhan naik ke surga, bahwa Tuhan Yesus itu benar-benar manusia, bukan hantu atau alien..apalagi jin baghdat. Saya sungguh bersyukur kalo iman saya tentang Yesus Kristus bahwa DIA adalah manusia tidak saya dapatkan melalui buku-buku ataupun kotbah-kotbah di gereja..tapi asli anugerah…hikmat gratis dari Tuhan Yesus.
Membaca buku ini juga membuat kita berpikir tentang keaslian terjemahan bahasa yunani dan yahudi/hebrew yang digunakan dalam naskah/manuskrip asli Alkitab. Sewaktu saya lagi makan di sebuah warung sambil nguping kotbah melalui corong mesjid dekat-dekat situ. Pa’ Haji lagi membahas tentang Alkitab yang katanya sudah dirubah oknum tertentu. Di tahun 80’an, almarhum majalah ‘Humor’ sering memunculkan parodi cerita Mahabarata yang sangat lucu dan menghibur. Mungkin maksudnya Alkitab sekarang ini nasibnya sama kayak begitu. Apa ini termasuk ajaran bidat ya? Aduh, mending mikirin the Obeng pesanan saya yang warnanya kuning bening miriipp air ken…! Eit, menurut William Barclay, memang ada sedikit kontroversi tentang terjemahan dari ungkapan bahasa Yunani seperti terjemahan I Yohanes 4-7. Jadi tak tertutup kemungkinan memang ada perubahan pada Alkitab seperti yang diceramahin Pa’ Haji tadi. Paling tidak bahasanya sudah ketukar jadi bahasa Indonesia…waaahh jeniusnya engkau pak haji.
Erasmus yang pertamakali menterjemahkan dan mencetak Alkitab Perjanjian Baru dari bahasa Yunani sempat menghapus beberapa teks (I Yoh 5;7) yang dianggapnya kontroversi, namun menuliskannya kembali pada edisi berikutnya. Wah, saya sangat perhatian pada masalah ini karena latar belakang pendidikan saya adalah artis graphic design. Jadi bisa saya bayangkan, ketika mendisain sekaligus mengedit sebuah buku yang akan dibaca, dihormati, dicintai dan di edarkan ke seluruh dunia. Kalo saya pribadi, mungkin ada godaan untuk menuliskan sedikit bahan pemikiran, sekedar penjelasan ttng kata-kata sulit atau untuk membantu pemahaman lintas budaya. Bagi pecinta hal-hal yang berbau kontroversial, isu seperti ini diteruskan sebagai sebuah konspirasi gereja yang harus dibongkar, pokoknya diusut sampai tuntas…tas…taaasss.. Tapi sebenarnya saya cenderung lebih membayangkan tentang alam pikiran seorang artis yang bekerja dengan idealismenya, seorang editor, seorang pemikir, ilmuwan sastera yang bekerja dengan tuntunan Roh Kudus, Roh Kebenaran dan Penghibur (karena pekerjaan ini pasti sangat berat!) dan memang tulisan Surat-surat Yohanes sarat tentang pengetahuan/hikmat tentang Roh. Saya kurang pintar menggambarkannya dengan kata-kata, tapi kalau kita beriman dan menyerahkan segala kekhawatiran tentang asal-usul dan kebenaran Alkitab maka hal-hal dan kontroversi seperti itu benar-benar sudah selesai dan saya percaya Roh Kudus sudah mengujinya dalam LaboratoriumNya.